Ramadhan vibes itu emang beda sih. Setiap selesai adzan Isya, warga mulai keluar rumah untuk menunaikan salat tarawih. Ada yang jalan santai ke masjid, ada yang rame-rame bareng keluarga, bahkan ada juga yang masih sempat update story dulu sebelum ibadah dimulai.
Suasananya adem, hangat, dan penuh pahala.
Namun di tengah suasana yang tenang dan khusyuk itu, ada satu hal yang jangan sampai di-skip ; keamanan rumah yang ditinggalkan.
Selama bulan Ramadhan, jam pelaksanaan tarawih relatif sama setiap malam. Artinya, dalam satu waktu, banyak rumah kosong bersamaan. Lampu mati, suasana sepi. Kondisi seperti ini bisa saja menjadi kesempatan bagi pihak yang berniat tidak baik.
Bukan untuk membuat masyarakat overthinking, tetapi lebih kepada prinsip sederhana: better safe than sorry.
Sebelum berangkat ke masjid, warga diimbau membiasakan diri untuk mengecek ulang kondisi rumah. Pastikan pintu dan jendela benar-benar terkunci. Periksa kompor dan peralatan listrik seperti setrika agar tidak ada yang masih menyala. Hal-hal sederhana ini sering dianggap sepele, padahal dampaknya bisa besar.
Bagi yang memiliki kendaraan, pastikan dalam keadaan terkunci dengan aman. Jika memungkinkan, gunakan pengaman tambahan. Menyalakan lampu teras juga penting agar rumah tidak terlihat gelap dan kosong seperti sedang ditinggal lama.
Selain pengamanan pribadi, solidaritas antar tetangga juga menjadi kunci. Saling memperhatikan lingkungan sekitar saat waktu tarawih bisa membantu mencegah potensi gangguan keamanan. Tidak perlu berlebihan, cukup lebih aware jika ada orang asing yang terlihat mencurigakan.
Melalui peran Bhabinkamtibmas, Polres Purwakarta juga terus mengingatkan pentingnya kewaspadaan, ini adalah sebagai langkah pencegahan. Karena mencegah selalu lebih baik daripada menangani kejadian setelah terjadi.
Apabila melihat sesuatu yang mencurigakan, masyarakat diimbau untuk tidak hanya membicarakannya di grup percakapan, tetapi segera melaporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.
Pada akhirnya, ibadah tetaplah prioritas. Shalat tarawih adalah momen spesial yang hadir setahun sekali. Namun, jangan sampai fokus mengejar pahala membuat kita lalai menjaga keamanan rumah sendiri.
Ramadhan seharusnya penuh berkah, bukan penuh drama.
Dengan memastikan kunci aman, listrik dan kompor dalam kondisi mati, kendaraan terlindungi, serta lampu luar menyala, masyarakat bisa berangkat tarawih dengan lebih tenang.
Tarawih khusyuk, hati tenang, rumah aman. Itulah Ramadhan yang benar-benar nyaman.











Komentar