Pernah lihat ada polisi berseragam mampir ke warung, ke rumah warga, bahkan ke tempat tongkrongan anak muda?
Sebenarnya mereka itu lagi ngapain sih? Kok kelihatannya sering banget bolak-balik ke satu desa tertentu?
Nah, di sini kita bakal bahas supaya makin paham. Polisi berseragam yang sering datang dan menyapa warga itu namanya Bhabinkamtibmas, singkatan dari Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat.
Mereka adalah anggota dari Kepolisian Negara Republik Indonesia yang ditugaskan di tingkat Polsek dan diberi tanggung jawab khusus membina satu desa atau kelurahan tertentu. Iya, satu desa itu memang jadi wilayah tanggung jawabnya. Jadi kalau ada satu desa, biasanya ada satu petugas Bhabinkamtibmas yang fokus menjaga dan membina keamanan di situ.
Supaya lebih gampang dan akrab, kita sebut saja beliau sebagai “Pak Bhabin”.
Tugas Pak Bhabin bukan cuma patroli atau datang pas ada kejadian saja. Salah satu metode utama dalam menjaga keamanan itu namanya sambang kamtibmas.
Lalu, apa itu sambang?
Sederhananya, sambang adalah kegiatan kunjungan langsung yang dilakukan Pak Bhabin ke warga di desa binaannya. Bisa ke rumah-rumah, ke warung, ke tempat usaha, ke sekolah, ke pos ronda, sampai ke tempat nongkrong anak muda.
Biasanya suasananya santai. Ngobrol biasa. Tapi di balik obrolan santai itu, ada tujuan penting. Pak Bhabin mendengarkan masukan, keluhan, atau mungkin keresahan warga soal keamanan dan ketertiban di lingkungannya.
Dan bukan cuma mendengar. Pak Bhabin juga memberikan imbauan atau saran keamanan supaya warga tetap aman dan nyaman saat beraktivitas maupun beristirahat.
Jangan bayangin imbauannya kaku dan monoton ya. Cara penyampaiannya tentu menyesuaikan dengan siapa yang diajak bicara. Kalau ngobrol sama orang tua beda, sama pedagang beda, sama anak muda juga beda. Intinya supaya pesannya nyampe dan bisa diterima dengan baik. Tujuannya satu; keamanan desa tetap terjaga.
Terus, apakah tugas Pak Bhabin cuma sambang saja?
Tentu tidak. Tugasnya cukup kompleks. Salah satu peran penting lainnya adalah membantu menyelesaikan permasalahan warga melalui cara kekeluargaan atau musyawarah.
Namun tentu ada batasannya. Permasalahan yang bisa diselesaikan dengan cara musyawarah biasanya adalah persoalan yang relatif ringan, bukan tindak pidana berat. Semua itu juga sudah diatur dalam ketentuan internal kepolisian yang tercntum di dalam Peratuan Kapolri.
Proses musyawarah pun tidak dilakukan sembarangan. Harus ada persetujuan dari para pihak yang berselisih. Biasanya juga dihadiri atau disaksikan oleh aparat desa dan unsur terkait lainnya. Dan yang paling penting, harus ada kesepakatan bersama. Kalau tidak tercapai, maka perkara tersebut akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Nah, kembali lagi ke sambang. Dari kegiatan sederhana ini, manfaatnya besar sekali.
Warga jadi tahu informasi terbaru soal situasi keamanan. Warga juga tahu harus menghubungi siapa ketika ada gangguan kamtibmas. Hubungan antara polisi dan masyarakat jadi lebih dekat, tidak ada jarak, tidak ada rasa sungkan.
Karena pada dasarnya, sambang itu bukan sekadar kunjungan. Tapi bentuk kepedulian dan upaya pencegahan agar masalah tidak berkembang menjadi lebih besar.
Kurang lebih seperti itu penjelasan tentang sambang kamtibmas. Semoga bisa menambah pemahaman dan bikin kita semua makin sadar bahwa menjaga keamanan itu tugas bersama, bukan hanya tugas polisi semata.











Komentar